PemiluUpdate

PKS Selalu menang

Pada pemilu 2009 PKS akan memenangkan pemilu di Jakarta dengat target suara 51 persen. Dan pada tahun 2012, PKS bertekad mendudukan kadernya di kursi gubernur.

» Jangan tertipu iklan politik

Showing posts with label News. Show all posts
Showing posts with label News. Show all posts

Friday, July 24, 2009

BPK RI: Laporan Keuangan MPR Tak Ada Penyimpangan

“Kami mengucapkan terima kasih kepada BPK yang terus mengawasi, memeriksa, membimbing, mengoreksi dan mendorong agar seluruh lembaga negara, termasuk di dalamnya MPR,” katanya.
PK-Sejahtera Online: Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI hari ini, Kamis(23/7), menyerahkan laporan hasil pemeriksaan keuangan lembaga Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR). Hasil pemeriksaan tersebut menyimpulkan tidak ada penyimpangan dalam penggunaan keuangan pada tahun 2008 atau Wajar Tanpa Pengecualian (WTP).

Ketua MPR Dr Hidayat Nur Wahid menyatakan, status ini baru pada tahun ini tercapai, sebelumnya MPR hanya mendapat status Wajar Dengan Pengecualian (WDP).

“Alhamdulillah, syukur kepada Allah atas anugerah ini. Semoga hasil pemeriksaan ini bisa menjadi inspirasi bagi kami sendiri dan lembaga negara lain agar menghadirkan perilaku laporan keuangan yang betul-betul sesuai dengan aturan perundang-undangan,” kata Hidayat usai menerima hasil laporan keuangan dari Pembina Utama III BPK Baharuddin Aritonang di Nusantara IV MPR/ DPR, Senayan Jakarta. Hadir dalam penyerahan hasil pemeriksaan laporan keuangan MPR itu para Auditor BPK , Wakil Ketua MPR HM Aksa Mahmud, Sesjen MPR Rahimullah serta pejabat MPR lainnya.

Hidayat menambahkan, ini adalah bagian dari komitmen kita semua untuk menegakkan hukum, komitmen untuk menghadirkan good and clean government dan MPR mendukung penuh semua upaya untuk menghadirkannya.“Kami mengucapkan terima kasih kepada rekan-rekan di BPK yang terus mengawasi, memeriksa, membimbing, mengoreksi dan mendorong agar seluruh lembaga negara, termasuk di dalamnya MPR, betul-betul dapat melaksanakan amanat konstitusi dan mengisi reformasi,” katanya.

Sejak awal, kata Hidayat, dalam menyelenggarakan keuangan MPR selalu menekankan kepada upaya taat pada hukum, dimana penggunaan keuangan harus sesuai dengan amanat perundang-undangan. Yang kedua, prinsip keuangan MPR adalah adanya efisiensi sehingga tidak ada penggunaan keuangan negara yang berlebihan dan melakukan penghematan. Ketiga adalah prinsip transparansi.

“Demokrasi tidak identik dengan korupsi , politik tidak identik dengan yang kotor. Karena ternyata MPR bisa menghadirkan penyelenggaraan keuangan negara dalam kegiatan politik dengan cara-cara yang tidak koruptif dan wajar tanpa pengecualian,” kata HIdayat.

Hidayat mengatakan, hadirnya demokrasi adalah untuk mensejahterakan rakyat. Kesejahteraan akan muncul apabila anggaran negara dipergunakan sesuai dengan peruntukannya, tidak terjadi korupsi di dalamnya, sehingga kemudian akan banyak lagi anggaran negara yang bisa dibelanjakan untuk kepentingan rakyat .Hidayat berharap agar hasil pemeriksaan ini dapat mendatangkan spirit bahwa berdemokrasi secara bersih bisa dilakukan. Demokrasi bersih dengan menghadirkan wajar tanpa pengecualian juga bisa dihadirkan.“Agar sekali lagi Indonesia bisa merealisasikan tujuan mengapa Indonesia dilahirkan yakni menghadirkan kesejahteraan bagi seluruh rakyat Indonesia,” pungkasnya. (higgi)


Friday, April 3, 2009

PKS Berjuang Sampai Akhir

Detik-detik menjelang hari pencontrengan segera tiba. Semua Partai semakin meningkatkan intensitas geraknya di sisa-sisa waktu tersebut. Delapan kursi yang menjadi target capaian DPD PKS Bangka menjadi sebuah mimpi yang menggerakkan segenap kekuatan para kader Bangka untuk semakin bergerak hingga tetes keringat terakhir.

Direct sellling semakin intens. Beberapa desa yg belum disinggahi terus dikejar. Rusydi Rani sebagai Ketua DPD PKS Bangka terus menyemangati dan turun bersama kader menemui masyarakat.

Disamping direct selling, Iklan di radio dan televisi lokal juga terus dipasang dengan materi yg semakin menggigit. Jika Pemilu yg lalu hanya meraih 2 kursi maka Pemilu sekarang harus 8 Kursi. Sisa waktu Pemilu ini adalah sisa waktu untuk sebuah sentuhan kemenangan.





PKS: Selain Capres, Lihat Calegnya Juga

Jangan cuma lihat siapa capresnya, tapi lihat juga siapa caleg yang diusung oleh partainya. Masyarakat jangan terpaku pada sosok capres yang ditampilkan pada iklan. Demikian disampaikan Hidayat Nur Wahid saat kampanye PKS di Lapangan Merdeka Pariaman, Sumatera Barat (1/4).


Memperhatikan siapa calegnya, track recordnya, asal usulnya, sangatlah penting untuk menentukan kualitas parlemen Indonesia ini 5 tahun ke depan. Kalau tidak maka parlemen Indonesia ini akan dipenuhi oleh politikus-politikus busuk yang terus menggerogoti uang negara dan tidak akan pernah memikirkan nasib rakyat kecil.

Indonesia membutuhkan politisi-politisi bermartabat yang bisa menjaga harga dirinya sendiri dan harga diri bangsa ini. Bagaimana mungkin seorang politisi yang kerjanya korup, main perempuan, terkena kasus suap, kasus moral yang tidak bisa menjaga harga dirinya sendiri akan bisa menjaga harga diri bangsa ini. Jangan terlena dengan rayuan-rayuan gombalnya yang hanya manis di mulut tetapi penuh dengan kemunafikan.

Saatnya masyarakat harus disadarkan bahwa sudah terlalu lama bangsa ini dilanda kesengsaraan, kemiskinan, kebodohan yang diakibatkan oleh ulah anak bangsa ini sendiri yang tidak bertanggung jawab. Masyarakat harus benar-benar cerdas dan jeli melihat siapa caleg yang diusung oleh partai tertentu. Jangan hanya karena fanatik kepada partainya kemudian lupa melihat siapa caleg yang diusungnya padahal caleg tersebut bermasalah.


Anis Yakin PKS Pasti Menang

"Jadi kita mempunyai tujuan membersihkan DPR dari para koruptor, dan tujuan mulia adalah mengharumkan kembali nama Sulsel," tegas Anis.

INILAH.COM, Selayar - PKS percaya diri akan mendapatkan perolehan suara yang signifikan di Pemilu 2009. Sekjen PKS Anis Matta sudah mencium bau kemenangan PKS dalam orasinya di Kepulauan Selayar, Sulsel.

"Sebelum kapal saya berlabuh, “saya mencium bau kemenangan di Selayar," kata Anis yang disambut tepuk tangan massa PKS yang hadir dalam kampanye di lapangan Pemuda, Kecamatan Benteng, Selayar, Jumat (3/4).

Anis yang juga anggota DPR ini kembali mengatakan bahwa PKS akan mengangkat nama baik Sulawesi Selatan di Senayan, yang terpuruk belakangan ini karena masalah korupsi. Sebab, dari 9 anggota DPR yang korupsi, empat di antaranya berasal dari Sulsel.

"Jadi kita mempunyai tujuan membersihkan DPR dari para koruptor, dan tujuan mulia adalah mengharumkan kembali nama Sulsel," tegas Anis.

Anis melanjutkan, dulu ada nama-nama orang Sulsel yang membuat kita bangga karena terkenal di belahan dunia lain, yaitu Syekh Yusuf Al-Makassary yang dikenal sampai ke Afrika Selatan. Selain itu, Sulsel juga memiliki seorang profesor yang pintar, yakni BJ Habibie.

"Kita juga memiliki jenderal pemberani namanya Jendral Yusuf, sehingga orang di luar mengatakan orang Sulsel memang pemberani. Tapi dalam waktu lima tahun terakhir, tiba-tiba Sulsel menyumbangkan koruptor terbanyak di DPR, dan orang-orang mengatakan orang-orang Sulsel itu koruptor," papar Anis.

Karenanya, Anis meminta agar seluruh masyarakat Selayar untuk mendukung caleg-caleg PKS dengan memilihnya untuk menciptakan DPR bersih. Juga mereformasi DPR untuk mengharumkan kembali nama Sulsel.

Kampanye PKS di lapangan Pemuda, Benteng Selayar, berlangsung meriah dan dipadati ribuan pendukungnya. Mereka datang dari kecamatan-kecamatan yang ada di daratan Selayar, juga ada yang datang dengan perahu dari pulau-pulau kecil di sekitar Selayar. [ana]



Caleg PKS Bersih-bersih Sampah dan Selokan

Para caleg memasuki lorong-lorong terminal dan pasar. Mereka memunguti sampah yang berserakan di jalan-jalan dan selokan, kemudian memasukkannya ke dalam gerobak sampah.

PK-Sejahtera Online: Menutup massa kampanye di Kota Madya Jakarta Selatan, PKS menggelar aksi bersih-bersih sampah. Aksi di gelar di pasar dan terminal Pasar Minggu, (3/4).

Sejak pukul 08.00, para caleg PKS DPRD DKI Jakarta daerah pemilihan Jakarta Selatan telah berkumpul di terminal Pasar Minggu. Mereka membawa alat-alat kebersihan seperti gerobak sampah, sapu lidi, sapu ijuk, serokan, kantong plastik dan sarung tangan.

Para caleg bersama dengan puluhan kader PKS lainnya, memasuki lorong-lorong terminal dan pasar. Mereka memunguti sampah yang berserakan di jalan-jalan dan selokan, kemudian memasukkannya ke dalam gerobak sampah.

Usai melakukan aksi bersih-bersih, para caleg PKS melakukan sosialisasi di pasar dan terminal Pasar Minggu. Para calon anggota dewan tersebut, naik turun bis untuk berorasi dan menyampaikan visi misi. Mereka juga membagikan brosur yang berisi profil para caleg.

Menurut Ketua DPD PKS Jaksel Drs. Khoiruddin, M.Si, acara ini sebagai bentuk kepedulian PKS terhadap masyarakat khususnya para pedagang yang setiap hari berkecimpung di sekitar pasar dan terminal.

Lebih lanjut Caleg PKS nomor urut 2 DPRD DKI Jakarta daerah permilihan Jakarta Selatan ini, mengatakan, selain untuk menghadirkan lingkungan yang bersih, aksi ini juga merupakan simbol bahwa PKS ingin menghadirkan pemerintahan yang bersih.

“Kita ingin membersihkan parlemen dari politisi busuk. Tidak layak politisi kotor masuk ke senayan, karena hanya menimbulkan ketidakpercayaan masyarakat kepada wakil rakyat,” cetusnya. (adine)



PKS ALL OUT

Kampanye putaran akhir ini sebagai wujud keseriusan PKS untuk mencapai target yang dicanangkan secara nasional 20%.


PK-Sejahtera Online: Masa kampanye yang dibagi menjadi 2 putaran benar-benar dimaksimalkan oleh seluruh kontestan Pemilu 2009. Kampanye terbuka yang dilaksanakan mulai tanggal 16 Maret sampai 5 April 2009 digunakan untuk show force kekuatan masing-masing Partai kepada masyarakat.

Kota Surabaya, sebagai barometer politik di provinsi Jawa Timur dan menjadi kota sentral di Indonesia Timur juga tidak pernah luput dari agenda-agenda kampanye terbuka kontestan Pemilu 2009.

Hampir seluruh partai politik peserta Pemilu memanfaatkan jadwal kampanyenya di Surabaya dengan berbagai acara yang menarik massa. PKS, yang mendapatkan jatah 2 kali kampanye terbuka, yaitu tanggal 25 Maret dan 5 April, juga berusaha memaksimalkan jadwal tersebut sebaik mungkin.


Kampanye nasional PKS Jawa Timur putaran kedua di kota Surabaya, sekaligus bertepatan dengan akhir masa kampanye pada tanggal 5 April 2009 yang akan dilaksanakan di stadion gelora 10 November Tambaksari rencananya akan dipadati oleh Puluhan Ribu kader dan simpatisan PKS Jawa Timur.

Acara ini rencananya akan diselenggarakan pukul 08.00 sampai pukul 12 siang. Acara ini akan dikemas dengan berbagai acara hiburan serta orasi politik. Beberapa Jurkam yang akan mengisi orasi politik di acara kampanye nasional PKS Jawa Timur ini antara lain DR. H.M. Hidayat Nur Wahid, MA (ketua MPR-RI), H.Ir.Sigit Sosiantomo (ketua Wilda Jatim Bali sekaligus caleg no 1 DPR-RI Dapil Surabaya-Sidoarjo) serta Ja`far Tri kuswahyono, ST. (Ketua DPW PKS Jawa Timur).

Sebelumnya, mulai pukul 07.00 pagi, massa akan diberangkatkan secara serentak dari 10 titik di kota Surabaya dan Sidoarjo. Mereka akan memadati seluruh bagian di dalam Stadion Tambaksari Surabaya. Berbagai acara sudah disiapkan oleh panitia untuk menghibur massa yang datang. Kampanye nasional yang bertema : dukung PKS untuk DPR bersih, akan menjadi isu sentral yang diangkat yang akan melibatkan puluhan ribu massa ini.

BAND GIGI akan datang sebagai Bintang Tamu untuk turut memeriahkan pelaksanaan kampanye nasional PKS Jawa Timur ini. Selain akan dihibur dengan GIGI Band, beberapa klub nasyid lokal juga akan memeriahkan acara kampanye nasional ini.

“Kampanye putaran akhir ini sebagai wujud keseriusan PKS untuk mencapai target yang dicanangkan secara nasional 20%. Sedangkan untuk jawa Timur sendiri, PKS mentargetkan dapat meraih 15% kursi DPRD Jatim dan 200 kursi DPRD kabupaten Kota Se-Jawa Timur,” ujar Yusuf Rohana, ketua TPPW PKS Jatim.

“Dalam kampanye nanti, PKS akan menyediakan tempat penitipan anak. Hal ini dimaksudkan agar anak-anak yang mungkin dibawa oleh orangtuanya tetap aman. Tempat penitipan anak akan ditempatkan di lapangan Mandu tambak Sari Surabaya,” pungkas Yusuf. (pks jatim)

Tuesday, March 31, 2009

Terbukti PKS Kuasai Jakarta?

Survei yang dilakukan di Daerah Pemilihan DKI Jakarta I, II, dan III itu mengungkap kekuatan PKS hanya 12,7%. Gabungan tiga dapil di DKI Jakarta, PKS hanya memperoleh 12,7%,” ujar peneilit LSI, Burhanudin Muhtadi.

Apakah hasil survei itu adalah kenyataan yang sebenarnya? Nanti dulu. Realitas bahwa banyak lembaga survei bayaran yang bekerja sesuai perintah siapa yang membayarnya juga harus dicermati. Jadi tidak mesti kalau hasil survei LSI bahwa kekuatan PKS di DKI hanya 12,7 % lantas itulah realitasnya.

Banyak kepentingan saat ini yang bermain termasuk juga kepentingan lembaga-lembaga survei dalam membentuk opini masyarakat. Beberapa hal yang jelas adalah bahwa PKS mampu membawa massa yang sangat besar pada kampanye di GBK, padahal PKS tidak membayar massa yang hadir tersebut.

Realitas lain adalah bahwa PKS memenangkan pilkada Gubernur beberapa waktu lalu, juga suatu bukti bahwa semua partai dan kelompok ingin mengalahkan PKS. Tetapi tetap tidak bisa walaupun semuanya bersatu. Ini suatu bukti bahwa PKS telah menguasai Jakarta dan tentu saja harapan ketua DPW PKS bahwa suara PKS di Jakarta nanti 51% akan terwujud.

Anis: SBY Bisa Untungkan PKS

INILAH.COM, Jakarta - Kian meningkatnya popularitas SBY dalam berbagai survei, ternyata tidak hanya menguntungkan Partai Demokrat (PD). Tapi juga PKS. Hal itu akan terbukti jika PKS mengusung Ketua Dewan Pembina PD itu sebagai calon presiden.

Menurut Sekjen PKS, Anis Matta, tidak tertandinginya eletabilitas SBY tidak hanya terangkum dalam berbagai survei lembaga independen. Survei yang dilakukan di internal PKS juga memperlihatkan hal yang tidak jauh berbeda. Keinginan kader PKS dalam survei internal itu, ujar dia, akan dijadikan referensi bagi Majelis syuro PKS dalam mementukan koalisi dan capres nantinya.

"Iya memang menurut hasil survei demikian. Itu (elektabilitas SBY) jelas menjadi bahan pertimbangan PKS. Tingginya elektabilitas SBY, bisa memberikan keuntungan bagi PKS. Karena PKS ingin sukses pula pada pemilu presiden, apalagi berdasarkan rekaman kader di daerah-daerah kecenderungannya kesana (SBY)," jelas Anis.

Mengenai pertemuan ketua Majelis Syuro PKS, Hilmi Aminuddin dengan SBY beberapa waktu lalu, dijelaskan Anis, hanya sebatas penjajakan kemungkinan berkoalisi kembali. "Penjajakan itu dilakukan untuk melihat apakah koalisi yang udah ada bisa dilanjutkan," kata Sekretaris Majelis Syuro ini.

Terkait 8 cawapres PKS, Anis mengatakan, tidak hanya diperuntukkan bagi SBY semata, tapi juga bagi PKS untuk ditawarkan ke parpol lainnya. Sebab, 8 tokoh PKS yang dinominasikan tersebut, diproyeksikan untuk merebut posisi presiden dan wakil presiden. [jib]

PKS Rangkul Semua Pihak

Menjelang pelaksanaan pemilu 2009, suasana kampanye tidak hanya dirasakan di Indonesia. Suasana serupa juga sangat terasa ketika PKS Jerman mengadakan acara open house di Hannover.

Saat open house pada Minggu (22/03), PKS terbukti bisa merangkul semua pihak, terlihat dari antusiasme berbagai warna warni kalangan, dari mulai nenek-nenek, ibu, bapak, pemuda pemudi, muslim Jerman hingga warga nasrani dan etnis keturunan.

Antusiasme peserta sangat terlihat ketika pembicara membawakan tentang platform PKS, panitia pun sangat kreatif memanfaatkan peluang, tidak ada sudut ruangan kecuali di sana ada poster PKS, nomor Delapan, Arena Multimedia PKS. "Wah Notebook dan Apple dimana-mana, kalian sedang bermultimedia?", begitu komentar seorang muslim Jerman

Acara ini terbagi kedalam tiga sesi, acara itu berlangsung dari pukul 12:00 sampai 18:00. Setiap dua jam pembicara menyampaikan platform PKS dan dilanjutkan dengan sesi Tanya jawab. Setiap sesi diselingi sajian kuliner warna-warni pula yaitu; nasi kuning, syomay putih, mie bakso ayam bersayur hijau-hijau.

Acara ini ditutup dengan pesan yang sangat indah dan bijak, “Jika Anda ragu dengan kami, maka pelajari kami. Jika Anda simpatik dengan kami, maka dukunglah kami, Jika Anda setuju dengan kami, maka bergabunglah dengan kami. Dan jika Anda membenci kami, maka kami akan tetap memperjuangkan hak Anda.”

FPKS Minta 'Kambing Hitam' Tragedi Situ Gintung Dipidanakan

Jakarta - Fraksi PKS di DPR meminta agar penegak hukum mengusut tragedi Situ Gintung. Pihak yang bertanggungjawab atas peristiwa itu pun mesti dipidanakan.

"Saya kira mencari-cari siapa yang bertanggungjawab atas terjadinya musibah itu merupakan bentuk tanggung jawab. Salah jika kita tidak mencari 'kambing hitam'. Kita ingin mendidik bangsa ini sebagai bangsa yang bertanggungjawab," jelas anggota FPKS DPR, DH Al Yusni.

Hal ini disampaikannya dalam siaran pers yang diterima detikcom, Selasa (31/3/2009).

Menurut dia, sesuai UU No 24 tahun 2007 pasal 75 jelas-jelas disebutkan bahwa setiap orang yang karena kelalaiannya mengakibatkan terjadinya bencana bisa dipidana minimal 3 tahun dan maksimal 6 tahun.

"Kita tahu tanggul itu sudah berusia 70 tahun lebih. Terlebih ada dugaan isyarat rusaknya tanggul itu pernah disampaikan ke pihak berwenang. Jika itu benar, pihak berwenang bisa dipidanakan. Mereka telah lalai," urainya.

Dia mengakui, memang mempidanakan seseorang atau sejumlah pihak atas kasus bencana alam di Indonesia sangat langka.

"Tapi kita harus memulainya sehingga bencana-bencana yang murni human error dapat diminimalisir," tutupnya.

Target PKS Tak Terpengaruh Fitnah

PKS optimistis mencapai target 20 persen suara pada Pemilu Legislatif 9 April 2009 mendatang. Berita miring atau kejadian yang menimpa kadernya akhir-akhir ini tidak akan mengurangi perolehan suara.
Presiden PKS Tifatul Sembiring yang tampil sebagai juru kampanye (Jurkam) pada kampanye akbar PKS di Jambi, Rabu (25/3) mengatakan, akhir-akhir ini banyak pihak yang diduga mencoba menfitnah dan memojokkan kader PKS, namun itu diyakini tidak akan mempengaruhi atau mengurangi perolehan suara pada Pemilu Legislatif mendatang.
"Caleg dan kader PKS di sejumlah daerah, termasuk di Provinsi Jambi tidak luput dari korban fitnah, karena setelah diuji dan dicek kebenarannnya, tuduhan yang dilontarkan tidak terbukti sama sekali," katanya.
Tuduhan yang dilontarkan mulai dari perbuatan melanggar hukum dan berbuat maksiat, seperti menerima suap, memperkosa, berbuat mesum dan lainnya, ternyata semua itu tidak terbukti. Tifatul mengatakan, partai yang dipimpinnya selalu memilih orang-orang yang berakhlak, jujur, dan beriman untuk tampil atau duduk di lembaga legislatif, eksekutif dan yudikatif.
Dalam orasinya ia juga menyerukan simpatisan untuk tidak Golput, dan menggunakan hak pilihnya sebaik mungkin, supaya wakil rakyat yang dipilihnya nanti benar-benar peduli dan memperhatikan nasib masyarakat kecil. Dalam penjaringan kadernya, PKS juga sangat ketat, dan tidak akan menempatkan preman, orang yang tidak bermoral dan berjiwa korupsi, karena nantinya akan merugikan masyarakat.
"Untuk itu pilihlan kader atau caleg dari PKS, karena mereka semua orang-orang yang bersih dan jujur, serta anti korupsi, kolusi dan nepotisme," kata Tifatul Sembiring.
Kampanye akbar PKS yang berlangsung di lapangan KONI Kota Jambi itu diikuti sekitar 7.000 lebih simpatisan, saat menuju ke lokasi kampanye, ribuan massa pendukung menggunakan sepeda motor.

Kampanye PKS Luar Biasa

Apabila tahun 2009 ini pendidikan masih bayar, maka seluruh wakil rakyat PKS yang ada di DPRD Kota, Kabupaten, Provinsi dan Pusat akan menelusuri hal tersebut guna mencari siapa yang "bermain-main" atau telah mengkorupsi biaya pendidikan

PK-Sejahtera Online: Kampanye PKS Kota Tangerang putaran terakhir (29/03) luar biasa. Sekitar delapan ribu Kader dan simpatisan PKS memutihkan lapangan Rawa Kambing Karang Tengah. Massa yang mulai berdatangan sejak pukul 08.00 pagi, langsung memadati lapangan yang tepat dipinggir jalan raya Ciledug Tangerang.Kontan saja lapangan bola tersebut, tidak cukup menampung jumlah massa yang sangatbanyak menyemut di lapangan bahkan membludak sampai ke pinggir lapangan..

Dalam kampanye terakhir ini, orasi politik disampaikan oleh para Caleg-caleg DPR RI dari PKS. Diantaranya Jazuli Juwaini, Yoyoh Yusroh, Indra, dan Warsito, Ph.D. Adapun panasnya terik mentari, dikalahkan oleh hiburan dari tim nasyid Al Izza, tim musik MG 16 pimpinan artis Anneke Putri dan Musisi jalanan Haji Mencong Ciledug Tangerang.

Dalam orasinya politiknya politikus PKS Jazuli juwaini menyinggung tentang kondisi alam Indonesia yang kaya raya, namun masyarakatnya miskin-miskin. Indonesia memproduksi sekitar 950.000 barel minyak perhari, namun minyaknya masih mahal. Pendidikan di Indonesia masih mahal, biaya kesehatan tak terjangkau rakyat miskin. Karena kebutuhan hidup selalu meningkat sedangkan pendapatan tak seimbang, maka setiap tahun jumlah masyarakat miskin semakin bertambah.

Lebih jauh Politikus PKS yang juga mahir berbahasa arab ini membeberkan APBN Indonesia 2009 yang besarnya luar biasa berjumlah 1.035 trilyun rupiah. Dari jumlah tersebut 215 trilyunnya adalah anggaran pendidikan. Karenanya menurut Jazuli, "Apabila tahun 2009 ini pendidikan masih bayar, maka seluruh wakil rakyat PKS yang ada di DPRD Kota, Kabupaten, Provinsi dan Pusat akan menelusuri hal tersebut guna mencari siapa yang "bermain-main" atau telah mengkorupsi biaya pendidikan". Jazuli menambahkan, selain memperjuangkan pendidikan gratis fokus PKS dalam kabinet Indonesia berikutnya adalah memperjuangkan biaya kesehatan gratis bagi rakyat miskin.

Sementara itu, Yoyoh Yusroh menyoroti sigapnya kepanduan PKS yang telah ambil bagian dalam membantu korban musibah jebolnya tanggul Situ Gintung Cirende Tangerang Banten. Menurut salah satu politisi perempuan PKS ini "Sigapnya tim kepanduan PKS dalam musibah Situ Gintung adalah bukti bahwa PKS hadir di tengah-tengah masyarakat Indonesia untuk melayani, meringankan beban sesama dan menjadi pelayan bagi ummat".

Selain itu Yoyoh bersyukur bahwa 10 tahun PKS hadir di parlement baik DPR RI, Provinsi dan daerah, belum satupun kader PKS yang melakukan praktik korupsi. Belum ada satupun anggota DPR RI dari PKS yang menyelip uang rakyat. "Saya berharap agar seluruh simpatisan dan kader PKS ikut mengawasi kinerja wakil-wakil rakyat dari PKS".

Monday, March 30, 2009

PKS Tolak Politisi Busuk!

NILAH.COM, Jakarta - Meruyaknya kasus korupsi yang melibatkan para politisi anggota DPR menjadi keprihatinan PKS. Masyarakat diingatkan untuk hati-hati memilih caleg dan tidak membiarkan politisi busuk duduk di kursi parlemen.

"Jangan sampai politisi busuk dan koruptor menduduki lagi DPR, kita tidak rela," kata Presiden PKS Tifatul Sembiring saat berorasi dalam kampanye akbar PKS di Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta, Senin (30/3).

Tifatul menjelaskan, partai politik merupakan lembaga pengkaderan bagi para anggotanya. Bila sampah yang masuk maka keluar pun sampah. Dan sebaliknya, bila yang masuk emas maka keluar pun menjadi emas.

"Maka itu, sebelum memilih jangan lupa untuk memperhatikan partainya, lihat track recordnya. Ada orang bernama nabi malah ditanggkap KPK karena korupsi. Kita jangan sampai seperti itu," cetus Tifatul.

Dalam kesempatan itu, Tifatul kembali menegaskan, pertemuan di Hotel Four Season yang dihadiri anggota FPKS Rama Pratama telah dijelaskan KPK tidak ada hubungannya dengan penangkapan anggota DPR asal PAN Abdul Hadi Djamal.

"Saya mengajak seluruh rakyat untuk merubah nasib. Kita jangan sampai golput, bila banyak yang golput maka yang akan menduduki DPR adalah orang orang-orang yang mentalnya lemah. Kita ingin mengatakan kepada semua pihak kalau kita bermain fair play, kami tidak membeda-bedakan agama, ras dan suku," imbuhnya. [fir/dil]

SBY Merapat ke PKS, Ada Apa?

INILAH.COM, Jakarta – Tak ada rotan, akar pun jadi. Tak ada calon wapres pilihan pertama yang didambakan, pilihan kedua pun jadi. Itulah pragmatisme politik SBY, dan itu sah saja. Dan, pragmatisme itu dilakukan SBY dengan melirik Partai Keadilan Sejahtera (PKS).

Dengan kemungkinan berpisahnya duet Susilo Bambang Yudhoyono dan Jusuf Kalla, pilihan SBY untuk meminang Hidayat Nur Wahid atau Hilmi Aminuddin sebagai cawapresnya, tampak sudah di depan mata. Meski, semua itu masih menunggu hasil pemilu.

Kemungkinan SBY menggaet politisi PKS sebagai cawapresnya, sangat terbuka. Jika JK jadi maju sebagai capres, maka SBY akan kehilangan cawapres terkuatnya. Mau tak mau, ia mencari wakil dari sosok sipil lainnya.

Dan, politisi PKS seperti Hidayat Nur Wahid atau Hilmi Aminuddin, berpeluang untuk digaetnya. Politisi PKS itu juga tak bakal menolak karena mereka masih melihat SBY sebagai capres paling populer dalam berbagai survei. Pertimbangannya sederhana: SBY sebagai incumbent, berpeluang menang meski elektabilitasnya cenderung stagnan.

Persoalannya, duet SBY-Hidayat atau SBY-Hilmi ini ditengarai akan membuat isu syairah Islam dan Islamisasi menggelayuti SBY kemanapun melangkah pergi. Tantangan religio-politik ini harus diatasi kubu SBY, jika mereka memiliki political skill yang memadai untuk soal ini.

Di kalangan publik, terutama simpatisan dan kader PKS, sudah beredar pesan pendek (SMS) SBY-PKS. Jangan kaget bila hari-hari ini menerima pesan singkat di ponsel: PKS Partaiku, SBY Presiden Pilihanku!

SMS tersebut memang tengah beredar di kalangan kader PKS, pasca pertemuan Ketua Dewan Syuro PKS, Hilmi Aminuddin dengan Ketua Dewan Pembina Partai Demokrat, SBY.

Sinyal kemungkinan PKS berkoalisi dengan Partai Demokrat dan kembali mengusung SBY sebagai presiden memang disambut sangat antusias oleh kader dan simpatisan PKS. Dari sejumlah nama capres yang beredar, nama SBY memang paling favorit dalam survei internal yang dilakukan PKS.

Sebelumnya, para pembaca INILAH.COM dari kalangan PKS menyingkapkan melalui surat elektronik bahwa masalah ketidakpastian siapa capres yang akan didukung PKS memang sempat membuat bingung dan galau para konstituen.

Berbeda dengan para kader yang akan mematuhi semua keputusan partai --siapapun capres yang diusung-- simpatisan PKS sejatinya lebih bersifat kritis. Mereka bisa saja punya pilihan lain, ketika partai mencalonkan figur yang tidak mereka dukung. Ketika nama SBY kembali diusung oleh PKS, mereka mungkin merasa lega dan komit kembali memilih PKS. Benarkah demikian?

Analis politik Burhanudin Muhtadi MA melihat, swing voters dalam pemilu tahun ini, akan menentukan perolehan suara Partai Demokrat dan PKS. Jika sebagian besar swing voters lari ke Golkar atau Gerindra, peta politik bakal berubah. Atau jika swing voters itu lari ke golput, itu lebih menguntungkan parpol-parpol yang memiliki captive market dan pemilih tradisional.

Bagi PKS, pilihan untuk kembali merapat ke SBY, merupakan langkah yang realistis dan pragmatis, sekaligus aspiratif. “Selama PKS hanya jadi partai menengah, ia akan tahu diri. Persoalan jadi lain jika PKS ternyata meraih 20% suara. PKS pasti mengajukan capresnya sendiri,’’ kata Zulkieflimansyah, anggota DPR dari PKS.

Dengan kata lain, SBY merapat ke PKS atau PKS yang merapat SBY, lebih didesak oleh kebutuhan pragmatisme politik. SBY sudah melirik ke PKS, dan PKS merespon dengan silaturahmi politik Hilmi Aminudin ke Cikeas.

Pertanyaannya, apakah koalisi ini ampuh membendung koalisi ‘Golden Triangle’ yang disusung oleh Golkar, PDIP, dan PPP? Jangan lupa, masih ada kuda hitam dari Blok Perubahan dan Gerindra, yang bisa saja berkoalisi membentuk kekuatan tersendiri.

Agaknya, PKS dan Demokrat masih berusaha mencari tempat yang pas di tengah arus politik yang cenderung mampat dan saling jerat. [I4]

Kemenangan Itu Ada di Depan Mata

"Untuk itu PKS akan bertekad untuk memenangkan pemilu di DKI Jakarta dan kami yakin tanda kemenangan itu sudah terlihat dengan kehadiran kita semua."


PK-Sejahtera Online: Massa PKS terus berdatangan ke gelora bung karno senayan jakarta. Mereka tampak memadati tribun-tribun stadion. Bahkan melebihi dari kapasitas sehingga harus memenuhi area pinggir lapangan.

Massa PKS sangat bergembira saat grub band cokelat menggemparkan senayan dengan lagu lirik nya yaitu merah putih. Massa semakin riuh dan gema takbir terucap dari para massa PKS.

Selain grub band cokelat, turut hadir juga tokoh-tokoh nasional yaitu, gubernur jawa barat Ahmah Heryawan, Bambang Sulistomo (putra bung tomo), Dr Salim segaf (Dubes arab saudi), ketua MPR RI Hidayat Nurwahid, MRA Gorang, Saaddudin (bupati bekasi), Ipang Wahid (tokoh periklanan), kemal etambul, dan ikwanul kirda (pemred republika). Selain itu beberapa artis ibu kota juga turut meramaikan acara kampanye PKS diantaranya yaitu artis pelawak Tarzan srimulat, marwoto, Tike priatnakusumah yang turut menjadi MC acara dan yang lainnya. Sementara untuk tokoh-tokoh PKS sendiri yang hadir dalam acara ini diantaranya. Presiden PKS Tifatul Sembiring, Hilmi Aminudin ketua majelis syuro PKS, Adang daradjatun selaku ketua panitia acara kampanye ini, kemudian yoyoh yusroh, anis mata, sohibul iman, rama pratama dan terakhir ketua DPW PKS Tri Wisaksanna.

Dalam sambutannya, Tri Wisaksanna mengatakan bahwa PKS mengucapkan terima kasih kepada para keder dan simpatisan yang sudah hadir di acara ini. Dengan mengorbankan waktunya yang disertai semangat akan kemenangan PKS di DKI Jakarta. “ PKS menang di Jakarta, biaya sekolah berhasil gratis hingga tingkat SMP dan madrasah, murahnya kesehatan bagi warga yang tidak mampu, pengobatan gratis untuk penyakit yang menular., kesejahteraan guru dan sebagainya. Namun prestasi itu semua masih belum cukup, PKS akan terus berjuang tanpa henti untuk mensejahterakan masyarakat Jakarta. Untuk itu PKS akan bertekad untuk memenangkan pemilu di DKI Jakarta dan kami yakin tanda kemenangan itu sudah terlihat dengan kehadiran kita semua.” Ujar Triwisaksanna ditengah riuh keramaian massa PKS di gelora bung karno Jakarta.

Sambutan ketua DPW PKS DKI Jakarta ini, disambut dengan pekikan takbir massa PKS di stadion gelora bung karno Jakarta. Mereka terus bersemangat dan mengibarkan panji-panji untuk kemenanngan PKS di DKI Jakarta..

Golput Bukan Pilihan Rakyat Indonesia

Rakyat jangan sampai terkecoh dengan cukup melihat calegnya saja, melainkan melihat juga partai yang mencalonkan caleg tersebut

PK-Sejahtera Online: Menyambut pemilu 2009 yang tinggal beberapa hari lagi, saya berpesan kepada rakyat Indonesia agar ikut berperan dalam merubah kondisi bangsa. Saya minta rakyat Indonesia jangan sampai ada yang golput. Golput bukan pilihan rakyat Indonesia. Ini merupakan kesempatan kita lima tahun sekali. Demikian disampaikan Presiden PKS Ir. H. Tifatul Sembiring pada kanpanye terbuka PKS DKI Jakarta, Senin (30/3) di Gelora Bung Karno (GBK), Senayan, Jakarta.

Menurutnya, jika rakyat Indonesia tidak memilih alias golput dalam pemilu 2009 ini, tentunya anggota dewan yang bakal terpilih memiliki mental yang tidak baik. Wakil rakyat yang kini banyak terlibat kasus korupsi dan selingkuh akan terpilih kembali. “Cukup sampai disini. Jangan sampai ada anggota dewan yang bermental buruk terpilih kembali”, ujarnya.

Lebih lanjut lagi, Tifatul Sembiring meminta rakyat pada 9 April nanti memilih lebih hati-hati lagi. Rakyat jangan sampai terkecoh dengan cukup melihat calegnya saja, melainkan melihat juga partai yang mencalonkan caleg tersebut. Rakyat mesti jeli melihat partainya. Apakah partainya peduli kepada rakyat . Serta pengurus dan calegnya tidak terlibat korupsi. “Hingga kini, tidak ada satupun caleg PKS yang terlibat korupsi”, ujarnya.

Mengenai tuduhan Abdul Hadi Djamal terhadap caleg PKS DPR Rama Pratama, petingi PKS ini menyatakan bahwa KPK telah mengklarifikasi bahwa Rama Pratama tidak terlibat kasus suap Dephub. “Rama juga tidak menghadiri pertemuan di Ritz Carlton,” tegasnya. Ratusan ribu massa menyambut kehadiran presiden PKS ini. Gema takbir dan tepuk tangan menggema di GBK. Seperti biasanya, Presiden PKS Ir. H. Tifatul Sembiring mengawali sambutannya dengan pantun.

Antara PKS, Demokrat dan KPK

Rama Pratama dan partainya, PKS, wajar marah besar. Tudingan Abdul Djamal Hadi bahwa dirinya menerima uang suap dari perusahaan pemenang tender pembangunan bandara di wilayah Indonesia Timur jelas bukan sekadar usikan. Tarafnya sudah merusak.
Bagi Rama, tudingan korupsi itu jelas mengancam karir politiknya. Padahal, ia kadung disebut-sebut sebagai calon elit politik bagi generasi sezamannya. Sekadar tudingan saja sudah akan membuat orang mempertanyakannya. Jika benar, tentu saja karirnya bisa langsung tamat.
Bagi PKS, tudingan korupsi terhadap salah satu kader andalan mereka sangat pantas dianggap sebagai upaya politisasi. Maklum, momemnya memang pada saat kampanye terbuka digelar. Ketika perhatian terhadap partai politik lebih tercurah ketimbang delapan bulan masa kampanye sebelumnya.
Namun tanggapan Rama terhadap tudingan tersebut secara komunikasi politik sangat pas. Ia mengancam mempolisikan Djamal jika dalam 1-2 hari tak segera mencabut pernyataannya.
Ketegasan Rama ini jelas berbanding terbalik dengan apa yang diperagakan Jhonny Allen Marbun, politisi Partai Demokrat yang disebut turut mencicipi uang suap tersebut.Meski begitu, Rama dalam bahaya besar bila ia tak benar-benar mempolisikan Djamal, jika mantan politisi PAN ini tak juga meralat atau mencabut keterangannya.
Tapi di sisi lain, Djamal tentu saja tak sekadar bercuap-cuap. Sedari awal, Djamal menunjukkan perilaku yang positif sejak ditangkap. Berbeda dengan beberapa koleganya, Djamal langsung mengaku. Menyesal. Dan juga kooperatif.
Jadi, jika kemudian Djamal mengungkap nama-nama yang turut terlibat pasti ada dasarnya. Secara motif, Djamal sekurang-kurangnya punya keinginan agar ia tak dihukum berat dan tak mau hanya sendirian menerima aib dan hukuman.
Belajar dari beberapa terdakwa terdahulu, bersikap ngeyel atau plintat-plintut akan menghasilkan kurungan di atas lima tahun. Karena itu, Jamal tak mau dianggap pesakitan yang merepotkan kerja KPK dan Majelis Hakim Tipikor.
Tapi sejatinya, Rama tak perlu terlalu deg-deg-an. Belajar dari kasus-kasus terdahulu yang ditangani KPK, selalu ada nama-nama yang disebut tapi tak pernah disentuh oleh KPK.
Dalam kasus dana aliran BI, umpamanya,hingga kini KPK tak pernah memproses Pazkah Suzzeta, MS Ka'ban, ataupun Anwar Nasution yang disebut-sebut menerima dan turut andil bagi penyaluran dana tersebut ke sejumlah rekening anggota dewan yang terhormat itu.
Masih terkait dana BI, kolega separtai Rama juga pernah disebut dalam sebuah dokumen yang dilansir ICW dan teman-temannya. Menurut dokumen itu, sekurang-kurangnya ada tiga anggota DPR yang menerima 'uang saku' perjalanan ke luar negeri dari BI. Meski dokumennya begitu gamblang, hingga kini kasusnya tak lagi terdengar rimbanya.
Tapi, ya itu tadi, sekali tertuding, seumur hidup terus membekas. Bahkan seorang Akbar Tandjung yang sudah dinyatakan tak bersalahpun oleh MA masih terus dihubungkan dengan kasus korupsi bulogate II itu. Ini jelas bukan sesuatu yang membuat Rama bakal nyaman.
Begitu pula semestinya bagi KPK. Jika tak ditindaklanjuti secara serius, pengakuan Djamal bisa merusak reputasi KPK. Ini disebabkan karena dua hal.
Pertama, KPK akan dianggap terus tebang pilih (karena ada anggota partainya SBY disebut-sebut). Kedua, KPK bisa dianggap menebar solidaritas yang salah. Soalnya, isu yang berkembang, banyak pegawai KPK adalah simpatisan PKS. Tentu saja ini isu yang masih layak dipertanyakan kebenarannya. Tapi, pastinya lebih dari cukup bagi para koruptor untuk 'membunuh' KPK.
Karena itu, diperlukan kesigapan dan keseriusan semua pihak. Kasus kali ini akan menjadi pertaruhan KPK di masa depan. Jika salah melangkah, kita bakal kehilangan salah satu elemen penting di negara ini yang terbukti telah bikin ciut banyak calon koruptor dan membuat banyak koruptor menjadi penghuni hotel prodeo.

Ambil Uangnya Jangan Pilih Partainya

Pemilu 2009 berada di depan mata. Musim kampanye akan menjelang dan para caleg pun makin rahim dan mudah menebar senyum. Begitu juga simpatisan (pendukung) partai tertentu. Beragam cara untuk menarik simpati para pemilih, mulai dari membagi uang, mengundang makan, menyebarkan stiker dan membuat baliho yang besar tuk dipajang di mana-mana hingga mengganggu keindahan lingkungan.
Sebagai WNI di luar negeri, khususnya di Pakistan, seyogyanya menjadi pemilih cerdas demi mewujudkan Indonesia yang lebih baik, tidak mau tertipu hanya dengan sepiring nasi dan selembar amplop. Bagaimanapun Pemilu ini kan menentukan arah masa depan bangsa kita untuk lima tahun ke depan. Maka, kita berharap kepada para pemilih untuk melihat track record partai peserta Pemilu yang akan menempatkan para anggotanya di parlemen nanti. Jangan sampai mencontreng partai yang anggotanya terlibat berbagai skandal, baik itu berupa korupsi ataupun asusila.
Tengoklah hasil pemilu 2004 yang lalu, sembilan anggota dewan dari beragam partai telah ditangkap tangan oleh KPK karena menerima upetii beberapa proyek pemerintah dan mereka semua telah meringkuk dipenjara. Kabarnya, hasil upeti tersebut telah digunakan untuk para konstituen mereka. Maka berhati-hatilah dengan pembagian uang saat pemilu ini, bukan mustahil uang tersebut dari "hasil-hasil" yang telah mereka kumpulkan selama ini.
Untuk itu, TERIMA UANGNYA JANGAN PILIH PARTAINYA. Karena memilih partai tersebut berarti memilih anggota dewan yang akan mencari ganti uang yang telah Anda terima.
Sudah saatnya masyarakat memilih partai berdasarkan platformnya. Untuk hal ini, PKS telah berusaha memberikan keteladanan. PKS menawarkan program kepada Anda. Dalam berkampanye, PKS pun tak bisa memaksakan pilihan Anda di Pemilu nanti. Tapi PKS mengharapkan Anda bisa dengan obyektif menilai program-program yang ditawarkannya.
Dalam kerja-kerja untuk merealisasikan berbagai programnya, PKS mengusung jargon Bersih, Peduli, dan Profesional.
BERSIH berarti tidak ada anggota dewannya yang terlibat korupsi. Bahkan amplop yang dibagikan pun telah dikembalikan ke KPK.
PEDULI berarti aktivitasnya tak akan pernah berakhir dengan usainya pemilu. Tapi terus beraktivitas untuk memberikan yang terbaik bagi masyarakat.
PROFESIONAL berarti anggota dewannya telah bekerja sesuai apa yang diamanatkan. Begitu juga para kadernya yang duduk di pemerintahan, selalu memberikan yang terbaik untuk bangsa ini.
Ketiganya merupakan spirit kerja PKS untuk mewujudkan masyarakat madani yang Adil, Sejahtera, dan Bermartabat. Adil secara Politik, Sejahtera secara Ekonomi, dan Bermartabat secara Sosial-Budaya.

Hidayat: Saya Tidak Perlu Meningkatkan Popularitas

Jakarta - Hidayat Nur Wahid disebut-sebut sebagai calon kuat Capres PKS. Tapi banyak survei menyebutkan, bahwa popularitasnya jauh di bawah pesaing lainnya seperti SBY misalnya.
Apakah ada upaya untuk meningkatkan popularitasnya? "Saya merasa tidak perlu meningkatkan popularitas," demikian jawab Hidayat dalam dialog interaktif di detikforum, Senin (23/3/2009).
Didampingi istrinya, dokter Diana, yang tengah mengandung anak kembar, Hidayat menjawab sejumlah pertanyaan member detikforum. Berikut petikan tanya jawab itu:
Dari sisi popularitas Anda masih kalah dengan kandidat yang lain. Apa yang akan Anda lakukan untuk meningkatkan popularitas Anda?
Saya mensyukuri karunia Allah yang telah diberikan, dan tidak ada niatan untuk mencari popularitas untuk kegiatan yang selama ini saya lakukan. Karenanya saya merasa tidak perlu meningkatkan popularitas seperti yang Anda bayangkan.
Banyak yang bilang kalau Anda hanya pantas menjadi RI 2. Sebenarnya tujuan Anda ingin jadi RI 1 atau RI 2?
Jujur ya, saya tidak mempunyai interest dan misi ke arah RI 1 atau RI 2. Semua terserah keputusan partai. Saya tunduk terhadap apa pun yang diputuskan PKS.
Sebenarnya apa yang bisa Bapak lakukan untuk kemajuan bangsa ini?
Komitmen yang saya miliki, yang telah dirasakan oleh rakyat adalah dengan menghadirkan perilaku politik yang bersih, peduli, dan profesional. Saya kira itu bagian yang bisa disumbangkan untuk kemajuan bangsa ini.
Apa hukumnya jika seorang pemimpin menyengsarakan rakyat, mengusir rakyatnya dari rumahnya, tanpa adanya kesepakatan harga dan tidak peduli terhadap rakyatnya yang menderita?
Bila demikian halnya, maka itu adalah bentuk kedzaliman dan pelanggaran terhadap sumpah jabatan.
Bagaimana seorang Hidayat menilai kepemimpinan dengan pemimpin seorang perempuan?
Prinsipnya saya ingin kembalikan kepada aturan dasar yang disepakati di negeri ini yaitu UUD dan UU Pemilu yang tidak mendikotomikan kepemimpinan laki-laki maupun perempuan. Dan siapa yang akan menjadi pemimpin nanti adalah pilihan rakyat Indonesia. Karenanya terpulang kepada rakyat Indonesia sendiri yang sudah mempunyai pengalaman dipimpin oleh pemimpin laki-laki maupun perempuan.
Apa yang menjadi prinsip dasar dari seorang Hidayat dalam berpolitik dan apakah ada istilah musuh politik dalam kamus politik seorang Hidayat?
Berpolitik adalah komitmen untuk melayani dan memperjuangkan peningkatan kualitas kehidupan keumatan dan kebangsaan. Tidak ada istilah musuh politik dalam kamus saya, yang ada adalah kawan seiring sejalan untuk memperjuangkan kemaslahatan umat, bangsa, dan negara,
Anda termasuk yang mengusulkan dikeluarkannya fatwa haram untuk golput, kok bisa Anda mengusulkan adanya fatwa haram untuk golput?
Benar, saya termasuk yang mengusulkan dikeluarkannya fatwa itu. Tetapi konteksnya adalah bagaimana meningkatkan peran seluruh pihak sebagaimana diatur dalam UU Pemilu untuk menghadirkan sukses Pemilu. Memang di alam barzah nanti tidak ada pertanyaan kamu golput atau tidak, sama juga tidak ada pertanyaan kamu ikut detikforum atau tidak, toh Anda mengikutinya juga kan. Dan Anda menikmatinya kan ...?

Dalam dialog interaktif selama 2 jam, sejak pukul 13.15 WIB itu, berbagai jenis pertanyaan diajukan para anggota detikforum. Mayoritas pertanyaan berkaitan dengan politik, walau ada juga sedikit menyinggung sisi pribadi Hidayat. Untuk lengkapnya baca detikforum

Thursday, March 26, 2009

PKS Menanti Suara Tuhan?

Menarik sekali iklan PKS terbaru. PKS sangat kreatif membangun imajinasi pemilih. Satu yang paling menarik statementnya adalah 'siapapun presidennya, PKS partainya'.

Ini jelas bahasa kampanye yang sangat anyar dan populer. PKS mempersuasi rakyat dengan kreatif dan sangat agresif. Karena itulah partai ini sangat membekas di hati rakyat.

Kampanye PKS di Jakarta yang bersamaan dengan PD memberikan perspektif pada masyarakatbahwa PKS masih yang terbesar di Jakarta. Bagaimana tidak, PD menyelenggarakan kampanye di Gelora Bung Karno dengan persiapan yang wah dengan goup band papan atas dan menghadirkan SBY tapi massa yang hadir belum signifikan.

Bandingkan dengan PKS yang menyelenggarakan

kampanye di lima titik dengan dihadiri puluhan ribu massa yang sangat antusias, padahal hampir dipastikan massa tidak dibayar.

Tidak ada yang tahu pasti batin rakyat pemilih. Ibarat pameo Suara Rakyat adalah suara Tuhan, kemana rakyat menjatuhkan pilihan tidak dapat dipastikan dengan persuasi, intimidasi bahkan uang. Rakyat sudah sangat cerdas dan paham dengan kata-kata, “Ambil saja uangnya, pilih sesuai nurani”.

Kini kasus pemalsuan dan penggelembungan DPT mencuat, disinyalir ada upaya curang dalam pemilu, tapi seberapa bisa sih tangan manusia mengubah rencana 'rakyat' yang sangat banyak ini?

Category